1. I. KONSEP-KONSEP SOSIOLOGI

(Perbandingan Soerjono Soekanto, Dadang Supardan dan Kamanto Sunarto)

Sorjono soekanyo dalam bukunya “Pengantar Sosiologi” menjelaskan bahwa dalam sosiologi terdapat beberapa konsep, yakni :

  1. Proses sosial dan Interaksi sosial
  2. Kelompok-kelompok sosial
  3. Kebudayaan dan Masyarakat
  4. Lembaga Kemasyarakatan (Lembaga Sosial)
  5. Lapisan Masyarakat (Stratifikasi sosial)
  6. Kekuasaan, wewenang dan kepemimpinan
  7. Perubahan sosial dan kebudayaan

Kamanto Sunarto dalam bukunya “Pengantar Sosiologi” menuliskan konsep-konsep dalam sosiologi, sebagai berikut :

  1. Sosialisasi
  2. Interaksi sosial
  3. Tatanan Sosial dan Pengendalian Sosial
  4. Institusi Sosial
  5. Stratifikasi sosial
  6. Jenis Kelamin dan Gender
  7. Kelompok Sosial
  8. Hubungan antar kelompok
  9. Penduduk
  10. Konformitas dan Penyimpangan
  11. Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial
  12. Perubahan sosial

Dadang Supardan dalam bukunya “ Pengantar Ilmu Sosial ; Sebuah Kajian Pendekatan Struktural”, menuliskan konsep dalam sosiologi, sebagai berikut :

  1. Masyarakat
  2. Peran
  3. Norman
  4. Sanksi
  5. Interaksi Sosial
  6. Konflik Sosial
  7. Perubahan Sosial
  8. Permasalahan Sosial
  9. Penyimpangan
  10. Globalisasi
  11. Patronase
  12. Kelompok
  13. Patriarki
  14. Hierarki

Matriks Perbandingan Konsep Sosiologi

Soerjono Soekanto

(Sosiologi Suatu Pengantar)

Kamanto Sunarto

(Pengantar Sosiologi)

Dadang Supardan

(Pengantar Ilmu Sosial ; Sebuah Kajian Pendekatan Struktural)

  1. 1. Proses Sosial dan Interaksi Sosial

Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila individu dan kelompok saling bertemu  dan menentukan sistem  serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan  yang dapat menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.

Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama

Interaksi sosial yaitu bentuk-bentuk yang tampak apabila imbangan satu sama lain.

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok.

Interaksi sosial harus memenuhi 2 syarat : 1) adanya kontak sosial, 2) adanya komunikasi.

Bentuk-bentuk interaksi yakni : 1) Kerja sama, 2) Persaingan, 3)  Konflik juga dapat berupa akomodasi.

  1. 2. Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka.

Hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi

Beberapa persyaratan kelompok sosial : 1) setiap anggota harus sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok tersebut, 2) adanya hubungan timbal balik antar satu anggota dengan anggota yang lain, 3) terdapat faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok tersebut, 4) berstruktur, berkaidah dan mempunya pola prilaku.

Beberapa klasifikasi kelompok sosial : 1) in-group ; out group, 2) Kelompok primer ; kelompok sekunder, 3) Paguyuban (Gemeinschaft) ; Patembayan (Gesellschaft), 4) Formal group ; Informal Group, 5) Membership Group ; Reference Group, 6) Kelompok Okupasioanal ; Kelompok Volonter,  7) Kelompok sosial yang tidak teratur : Kerumunan.

  1. 3. Kebudayaan danMasyarakat

Istilah kebudayaan berasal dari bahasa sensekerta berarti budi atau akal.

Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cita-cita masyarakat.

Unsur kebudayaan : 1) peralatan dan perlangkapan hidup manusia, 2) Mata Pencaharian Hidup, 3) Sistem Kemasyarakatan, 4) Bahasa, 5) Kesenian, 6) Sistem Pengetahuan, 7) Religi.

Sifat dan Hakikat Kebudayaan : 1) Kebudayaan terwujud dari prilaku masyarakat. 2) Kebudayaan terlebih dahulu ada mendahului lahirnya generasi, 3) kebudayaan dibutuhkan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya, 4) Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban, tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan yang dilarang dan tindakan yang diizinkan.

  1. 4. Lembaga Kemasyarakatan (Lembaga Sosial)

Lembaga kemasyarakatan adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan bermasyarakat.

Wujud konkrit lembaga kemasyarakatan adalah asosiasi

Lembaga kemasyarakatan memiliki fungsi : 1) memberikan pedoman kepada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkah laku dan bersikap didalam masyarakat, 2) menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan, 3) memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.

Lembaga kemasyarakatan memiliki ciri umum : 1) Lembaga kemasyarakatn adalah suatu organisasi pola pemikiran dan prilaku yang terwujud dalam akvkitas kemasyarakatan dan hasilnya, 2) suatu tingkat kekelan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan, 3) memeiliki satu atau beberapa tujuan, 4) mempunyai alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga 5). Memiliki lambang, 6) memiliki suatu tradisi tertulis ataupun tidak tertulis.

  1. 5. Lapisan Masyarakat

Sistem lapisan masyarakat merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

Adanya lapisan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya tetapi dapat pula dengan sengaja disusun untuk tujuan tertentu.

Sistem lapisan masyarakat dapat tertutup (tidak memungkinkan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain) dan dapat pula terbuka.

Kelas sosial adalah semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukannya didalam satu lapisan, sedang kedudukan mereka diketahui serta diakui oleh masyarakat umum.

Gerakan sosial adalah gerakan dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

  1. 6. Kekuasan, wewenang dan Kepemimpinan

Kekuasaan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain  menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan

Wewenang adalah suatu hak yang telah ditetapkan dalam suatu tata tertib sosial untuk menetapkan kebijaksanaan, menentukan keputusan dan menyelesaikan pertentangan.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain bertingkah laku sebagaimana dikehendaki

  1. 7. Perubahan Sosial dan Kebudayaan

Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan.

Perubahan dapat mengenai nilai-nilai sosial, pola-pola prilaku, organisasi, susunan, lembaga-lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, interaksi sosial, dll

Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya

  1. 1. Sosialisasi dan Interaksi Sosial

Sosialisasi didefenisikan sebagai proses melalui mana anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Berger)

Yang diajarkan dalam sosialisasi adalah peran-peran dalam masyarakat.

Teori Mead : manusia berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat yang lain, yakni tahap play stage, tahap game stage dan tahap generalized other.

Kemampuany seseorang untuk mempunyai peran sebagai anggota masyarakat tergantung sosialisasi.

Salah satu pendekatan dalam mempelajari interaksi sosial adalah interaksionisme simbolik.

Pokok pikiran Interaksionisme simbolik : 1) manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dipunyai sesuatu itu baginya. 2) Makna yang dipunyai sesuatu tersebut berasal atau muncul dari interaksi sosial antara seseorang dengan sesamanya. 3) makna diperlakukan atau diubah melalui suatu proses penafsiran yang digunakan orang dalam menghadapi sesuatu yang dijumpainya. (Blumer)

  1. 2. Tatanan Sosial dan Pengendalian Sosial

Struktur sosial adalah pola prilaku yang berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antar kelompok dalam masyarakat

Institusi adalah suatu struktur status dan peran yang diarahkan ke pemenuhan keperluan dasar anggota masyarakat.

Pengedalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkan agar menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok.

  1. 3. Institusi Sosial

Beberapa institusi sosial :

a)      Institusi Keluarga

b)      Institusi Pendidikan

c)      Institusi Agama

d)      Intitusi Ekonomi

e)      Institusi Politik

  1. 4. Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat berdasarakan status yang dimilikinya

Stratifikasi sosial : 1) Stratifikasi Terbuka, 2) Stratifikasi Tertutup

Mobilitas Sosial adalah perpindahan status dalam stratifikasi sosial

  1. 5. Jenis Kelamin dan Gender

Gender adalah perbedaan psikologis, sosial dan budaya antara laki-laki dan perempuan.

Kepribadian laki-laki dan perempuan tidak tergantung dari jenis kelamin melainkan dibentuk oleh faktor kebudayaan.

  1. 6. Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.

Durkheim membagi pada kelompok solidaritas mekanik dan solidaritas organis.

  1. 7. Hubungan antar kelompok

Tipologi kelompok menurut Biersted : 1) statiscal group, 2) societal group, 3)social group, 4) Associational group.

Kajian hubungan antar kelompok menyoroti hubungan mayoritas-minoritas, konsep ras, hubungan kelompok etnis

Akulturasi adalah pembauran dan perpaduan kebudayaan kelompok ras yang bertemu

Masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang didalamnya kelompok yang berbeda tercampur tetapi tidak berbaur.

  1. 8. Studi Penduduk

Kajian dalam studi penduduk adalah : 1) Perubahan penduduk ; kelahiran ; kematian ; migrasi, 2) Komposisi penduduk, 3) Kebijakan kependudukan

  1. 9. Konfromitas dan Penyimpangan

Konfromitas adalah bentuk interaksi yang didalamnya seseorang berprilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan kelompok

Penyimpangan adalah prilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.

10. Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial

Perilaku kolektif adalah perilaku yang dilakukan bersama oleh sejumlah orang yang tidak bersifat rutin dan merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu.

Gerakan sosial merupakan perilaku kolektif yang ditandai dengan kepentingan bersama dan tujuan jangka panjang yaitu untuk mengubah ataupun mempertahankan masyarakat atau institusi yang ada didalamnya.

11. Perubahan Sosial

Beberapa teori dalam mengkaji perubahan sosial antara lain teori moderenisasi, teori ketergantungan dan teori mengenai sistem dunia.

Kajian perubahan sosial juga mengungkap pola-pola perubahan sosial ; Pola linear, pola siklus, gabungan beberapa pola, dll

  1. 1. Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah proses sosial yang menyangkut hubungan timbal balik antarpribadi, kelompok maupun pribadi dengan kelompok (Popenoe, soekanto)

Interaksi merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-akvitas sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu mengembangkan interaksi sosialnya sebagai manifestasi interdependensi antar sesamanya.

Berlangsungnya proses interaksi didasarkan oleh 4 faktor : 1) Imitasi, 2) sugesti, 3) identifikasi, 4) Simpati. (Soekanto)

  1. 2. Masyarakat

Masyarakat adalah golongan besar atau kecil yang terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan merupakan sistem sosial yang saling mempengaruhi satu sama lainnya.

  1. 3. Peran

Peran adalah suatu keteraturan perilaku yang diharapkan dari individu.

  1. 4. Norma

Norma adalah suatu standar atau kode yang memandu perilaku masyarakat

  1. 5. Sanksi

Sanksi adalah suatu rangsangan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.

  1. 6. Interaksi sosial

Interaksi sosial adalah proses sosial yang menyangkut hubungan timbal balik antar pribadi, kelompok ataupun pribadi dan kelompok.

  1. 7. Konflik Sosial

Konflik sosial adalah pertentangan sosial yang bertujuan untuk menguasai atau menghancurkan pihak lain.

  1. 8. Perubahan Sosial

Perubahan sosial mengacu pada variasi hubungan antarpribadi, kelompok, organisasi, kultur dan masyarakat pada waktu tertentu.

  1. 9. Permasalahan Sosial

Permasalahan Sosial adalah suatu kondisi yang tidak diinginkan, tidak adil, berbahaya, ofensif dan dalam pengertian tertentu mengancam kehidupan masyarakat.

10. Penyimpangan

Prilaku yang terlarang, yang dianggap aneh dan disepadankan dengan pelanggaran aturan.

11. Globalisasi

Globalisasi merujuk pada implikasi tidak berartinya lagi jarak nasional, regional maupun tertitorial sehingga apa yang terjadi dan berlangsung disatu tempat, bukan jaminan bahwa kejadian itu tidak membawa pengaruh di tempat lain.

12. Patronase

Patronase dikaitkan dengan birokrasi

13. Kelompok

Adalah sekumpulan orang yang disatukan oleh suatu prinsip dengan pola rekrutmen hak dan kewajiban tertentu.

14. Patriarki

Dominasi atau superioritas laki-laki atas perempuan

15. Hierarkri

Merujuk kepada suatu jenjang, tatanan, peringkat kekuatan, prestise atau otoritas.

Dari matrik diatas dapat dilihat terdapat persamaan konsep dari ketiga penulis tersebut, walaupun mungkin didefenisikan berbeda, akan tetapi memuat makna yang sama, konsep tersebut adalah :

  1. Interaksi Sosial
  2. Stratifikasi sosial
  3. Perubahan Sosial
  4. Kelompok Sosial
  5. Lembaga Sosial

Adapun perbedaan dari ketiga penulis tersebut hanyalah perbedaan mengklasifikasikan konsep, seperti Soerjono Soekanto tidak memasukan konsep globalisasi akan tetapi telah dibahas dalam konsep perubahan sosial. Juga konsep Jenis Kelamin dan Gender oleh Kamanto Sunarto akan tetapi oleh Dadang Supardan yang dibahas adalah Konsep Patriarkhi.

Dari ketiga penulis dapat disimpulkan bahwa konsep-konsep dalam sosiologi adalah masyarakat dan segala apa yang ada dalam masyarakat, baik prilaku, pranata, struktur, organisasi dan perubahan.

  1. Sosiologi dan Ilmu yang Lain

Antara satu ilmu sosial dengan ilmu sosial yang lain memiliki banyak persamaan walaupun tentunya memiliki perbedaan spesifik yang membuat ilmu tersebut berdiri sendiri. Akan tetapi walaupun berbeda setiap ilmu saat ini sudah memiliki saling ketergantungan satu dengan yang lain, sebab satu disiplin ilmu akan membutuhkan disiplin ilmu yang lain dalam membantu kajiannya.

Soerjono soekanto dalam Pengantar Sosiologi menjelaskan bahwa untuk membedakan satu disiplin ilmu sosial dengan yang lain setidak dapat dilihat dari 4 kriteria, yakni :

  1. Perlu merinci isi ilmu sosial tersebut secara konkret, apa yang menjadi pusat perhatian para ahli dan para sarjana yang mengkhususkan pada disiplin ilmu tersebut.
  2. Variabel yang menjadi fokus kajian
  3. Hipotesa yang kemudian akan menjadi kerangka acuan.
  4. Metode dan teknik penelitian dari ilmu tersebut.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk membedakan satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain, dapat dilihat dari objek kajian ilmu tersebut, kemudian paradigma atau gambaran pokok atau dasar mengenai bahasanatau objek ilmu tersebut, teori-teori disiplin ilmu tersebut serta metode yang digunakan dalam disiplin ilmu tersebut.

Pada hakikatnya sosiologi memiliki cakupan yang cukup luas sebab objek sosiologi adalah masyarakat dengan struktur, proses dan perubahan sosial didalamnya. Tentunya sosiologi memiliki hubungan yang erat dengan disiplin ilmu sosial yang lain.

1.  Sosiologi dengan Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan kajian untuk memperoleh barang-barang dan jasa, dsitribusi serta konsumsi. Albert meyers mengemukakan ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Sementara Samuelson dan Nordhaus mengemukakan bahwa ilmu ekonomi merupakan studi tentang prilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang terbatas dan alternatif penggunaan  dalam rangka peningkatan produksi berupa komoditi.

Metode dalam ilmu ekonomi adalah metode induktif, metode dediktif, metode matematika dan metode statistika. Beberapa konsep dalam ilmu ekonomi sebagai berikut : 1) Skarsitas. 2) Produksi. 3) Konsumsi. 4) Investasi. 5) Uang, 6) Letter of Credit. 7) Neraca Pembayaran. 8) Pasar. 9) Bank. 10) koperasi, 11) dll

Beberapa teori dasar dalam ilmu ekonomi, sebagai berikut :

  1. Teori Ekonomi Klasik Adam Smith
  2. Teori Tahapan Pertumbuhan Modernisasi Rostow
  3. Teori Dampak Balik dan Dampak Sebar Gunnard Myrdal
  4. Teori Nilai Surplus Karl Marx
  5. Teori Monetarisme Pasar bebas Friedman

Tentunya prilaku timbal balik baik individu maupun masyarakat terhadap usaha pemenuhan kebutuhannya juga dipelajari dalam sosiologi, sehingga beberapa teori digunakan dalam kedua disiplin ilmu ini, contohnya teori tahapan perkembangan dan teori nilai lebih karl marx. Akan tetapi dari penjelasan diatas kita dapat melihat perbedaan objek kajian antara sosiologi dengan ilmu ekonomi.

2.  Sosiologi dengan ilmu Politik

Ilmu politik memusatkan perhatiannya pada pemerintahan dan penggunaak kekuasaan politis. Harold Laswel mengungkapkan bahwa ilmu politik sebagai disiplin emperis tentang pembentukan dan pembagian kekuasaan serta tindakan politik seperti yang ditampilkan seseorang dalam prespektif kekuasaan.

Pendekatan yang digunakan dalam ilmu politik adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif sementara metode yang digunakan adalah deskriptif, analisis, evaluatif, klasifikasi dan metode perbandingan. Beberapa konsep dalam ilmu politik : kekuasaan, kedaulatan, kontrol sosial, negara, pemerintah, legitimasi, oposisi, sistem politik, demokrasi, pemilihan umum, partai politik, desentralisasi, dll

Hubungan ilmu politik dengan sosiologi menurut Budihardjo adalah sosiologi banyak membantu memahami latar belakang, susunan, pola kehidupan sosial dari berbagai golongan sosial.

3.  Sosiologi dengan ilmu sejarah

Ilmu sejarah merupakan ilmu yang berusahan untuk menggambarkan ataupun melakukan rekonstruksi peristiwa, kisah maupun cerita yang benar-benar terjadi pada masa lalu. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan ilmu bantu seperti : palaentologi, arkeologi, genealogi, plaoantropologi, dll.

Beberapa konsep dalam ilmu sejarah : Perubahan, Peristiwa, sebab akibat, Nasionalisme, kemerdekaan, kolonialisme, revolusi, fasisme, peradaban. Beberapa teori dalam ilmu sejarah ; Teori gerak Siklus Sejarah ibnu khaldun, Toeri Daur Kultural Spiral Giambattisa vico, Teori Tantangan dan tanggapan, Teori Dealektika Kemajuan, Teori Despotisme Timur, Teori Perkembangan Sejarah dan Peradaban.

4.  Sosiologi dengan Antropologi

Antroplogi merupakan studi tentang manusia dan prilakunya untuk mencapai pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya.

Pendekatan dalam antropologi adalah pendekatan kualitatif, kuantitatif, relativistik dan komparatif. Sementara metode penelitian dalam antropologi adalah deskriptif, komparatif, studi kasus, etnografis dan survei.

Konsep-konsep dalam antroplogi : kebudayaan, evolusi, daerah budaya, Enkulturasi, difusi, etnosentrisme, ras dan etnik, tradisi, akulturasi, kekerabatan, magis, tabu, dll

Teori-teori dalam antropologi : Teori Orientasi Nilai Budaya, Teori Evolusi Sosiokultural, Teori Evolusi Kebudayaan, Teori Evolusi Animisme, Teori Evolusi Keluarga, Teori Upacara Sesaji.

5.  Sosiologi dengan Psikologi

Psikologi adalah studi kegiatan mental (masalah pikiran, akal dan ingatan atau proses yang berasosiasi dengan akal dan ingatan. Beberapa pendekatan dalam psikologi : pendekatan neurobiologi, behaviorisme, kognitif, psikoanalitik, pendekatan psikologi gestalt, fenomenologi humanistik, eksperimental, dll.

Metode yang digunakan dalam psikologi adalah metode intropeksi, metode eksperimen, metode pengamatan, survei, metode tes, metode riwayat kasus. Beberapa konsep dalam psikologi : motivasi, konsep diri, sikap, persepsi, frustasi, sugesti, prestasi, imitasi, fantasi, kesadaran, personalitas, pikiran, insting dan naluri.

Beberapa teori dalam psikologi : teori agresi psikoanalisis, Teori Disonasi analitis, Teori Kepribadian, Teori Deprivasi, Teori Kecerdasan Majemuk.

Dilihat dari penjelasan diatas, maka masing-masing disiplin ilmu memiliki objek studi, pendekatan, metode, konsep dan teori masing-masing. Dimana faktor-faktor itulah yang membedakan satu ilmu dengan ilmu yang lain. Sehingga disini kita bisa melihat berbedaan sosiologi dengan ilmu yang lain.